Terinspirasi dari bahasa Jawa "Kalandara" yang berarti matahari, nama Kalandra menjadi simbol rasa syukur kepada Sang Pencipta Alam serta harapan agar keberadaannya dapat membawa manfaat bagi masyarakat sekitar.
Kebun Kalandra lahir dari semangat untuk mengolah tanah dengan cara yang selaras dengan alam. Kami berkomitmen menggunakan pupuk organik tanpa campuran pupuk kimia sintetis agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga.
Kami percaya bahwa pertanian organik bukan hanya menghasilkan pangan yang sehat, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih baik serta masa depan pertanian yang berkelanjutan.
Struktur dan kontur tanah menjadi faktor penting dalam menentukan jenis tanaman serta sistem pertanian yang diterapkan di lahan Kalandra.
Pengelolaan air menjadi elemen utama dalam menjaga keberlangsungan pertanian agar setiap tanaman mendapatkan pasokan air yang cukup.
Budaya pertanian lokal dan aktivitas masyarakat sekitar turut mempengaruhi perancangan lahan agar kebun tetap selaras dengan lingkungan sosialnya.
Distribusi air di lahan Kalandra diatur agar tidak terjadi kekurangan maupun konflik antar petani. Sistem pengairan menjadi bagian penting dalam keberhasilan pertanian.
Peran pengelola distribusi air sangat penting untuk memastikan aliran air tetap lancar serta menjaga keseimbangan kebutuhan seluruh area pertanian.
Menggunakan pupuk alami pupuk organik yang berasal dari bahan-bahan alami yang sebagian diperoleh dari sekitar kebun untuk menjaga kesuburan tanah.
Tanaman di Kebun Kalandra dipilih tidak hanya untuk produksi, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Menghasilkan pangan sehat untuk manusia dan alam.
Salah satu bangunan utama di Kebun Kalandra berasal dari dua rumah kayu bekas warga dan genteng bekas pesantren dari Kecamatan Bantur, Malang Selatan. Bangunan tersebut kemudian dirancang ulang menjadi rumah limasan setengah joglo yang kini dapat menampung lebih dari 30 orang untuk berbagai aktivitas.
Material utama bangunan menggunakan kayu bendo yang diperkirakan telah berumur lebih dari 100 tahun. Kayu ini dikenal kuat dan semakin kokoh seiring bertambahnya usia.